| Ke bawah? |
Topik sebelumnya | Topik berikutnya |
steve_jobs
Students 1/2 Baya


   Offline
Join : 19 Nov 2009
Posts : 1322 |
| Judul: [RILIS] BLANKON LINUX 8 ROTE |
Posted: 17th Agustus 2012, 12:47 |
|
|
Distro Blankon OS versi 8.0 Rote sudah dirilis, bertepatan dengan 17 Agustus hari kemerdekaan republik Indonesia.
Ini siaran pers berita nya
Quote:
Siaran Pers Peluncuran BlankOn 8.0 Rote
Internet, 17 Agustus 2012.
Pada hari ini, Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Tim Pengembang BlankOn dengan bangga mengumumkan terbitnya BlankOn versi 8.0 yang diberi nama "Rote". Fitur BlankOn menggunakan teknologi terbaru yang populer di Linux, termasuk kernel Linux 3 dan lingkungan destop Manokwari yang dibangun para pengembang BlankOn di atas landasan GNOME 3. Rote mendukung perangkat lunak untuk hiburan yang siap langsung pakai tanpa memasang "codec" multimedia tambahan, dukungan akses Internet dengan yang sangat ringan untuk menjelajah web serta komunikasi pesan instan dan jejaring sosial, juga fitur-fitur perkantoran. Selain itu, Rote menyediakan fitur-fitur olah grafis vektor dan bitmap serta album foto digital. Rote menyediakan ISO CD dan ISO DVD.
Rahman Yusri Aftian yang memimpin rilis Rote ini menjelaskan: "BlankOn Rote adalah versi BlankOn yang benar-benar keren, BlankOn yang diturunkan dari Debian sebagai induknya, menambahkan Manokwari sebagai destopnya dan BlankOn yang penuh dengan tantangan dalam pengembangan serta sangat ringan dalam digunakan."
BlankOn 8.0 Rote menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sebagai bahasa utama yang digunakan pada antarmukanya. Selain ini dengan bantuan komunitas BlankOn di Banyumas, Rote juga menyediakan Bahasa Banyumasan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi alat sosialisasi istilah-istilah bidang komputer pada Bahasa Indonesia dan Bahasa Banyumasan yang selama ini dianggap aneh dan membingungkan. BlankOn 8.0 Rote juga turut melestarikan budaya bangsa dengan mengusung dukungan terhadap Aksara Nusantara, yang pada versi ini mendukung dua aksara baru yaitu Rejang dan Jawa di samping Lontara', Batak Toba, Bali dan Sunda.
"Manokwari sebagai destop yang ramah dan mudah dikonfigurasi sesuai keinginan, ringan dan cepat." ujar Mahyuddin Ramli, salah seorang pengembang BlankOn 8.0 Rote yang tinggal di Aceh. BlankOn 8.0 Rote juga dikembangkan dengan maksud sebagai pelatihan bagi para pengembang dalam negeri dalam hal kolaborasi daring (''online'') dan pengembangan produk perangkat lunak bebas/terbuka, yang mana proses pengembangannya total dilakukan secara daring menggunakan jalur situs web, milis dan kanal IRC.
Catatan Rilis dan Alamat Unduh
Daftar fitur terbaru dan spesifikasi dapat dilihat pada halaman Catatan Rilis di alamat
http://www.blankonlinux.or.id/berita/post/69/. BlankOn 8.0 Rote dapat diperoleh melalui situs
http://www.blankonlinux.or.id dan situs-situs cermin lainnya.
Kontak Media
Silakan lakukan korespondensi dengan menggunakan jalur milis pada alamat: BlankOn@googlegroups.com
Dukungan Teknis
Dukungan teknis profesional BlankOn dapat diperoleh melalui mitra YPLI berikut:
Data Bisnis
Linuxindo
Nurul Fikri
Pusat Pelatihan BlankOn
Mitra YPLI di bawah ini menyediakan layanan pelatihan profesional penggunaan BlankOn:
Linuxindo
Nurul Fikri
Lp3i Semarang
Politeknik Pratama Purwokerto
Tentang Proyek BlankOn
Proyek BlankOn bertujuan untuk mengembangkan ekosistem baru dalam konteks perangkat lunak bebas dan terbuka. Pengembangan dilakukan dengan cara meningkatkan kecakapan sumber daya lokal sehingga mampu dan kompeten di dalam pengembangan perangkat lunak bebas dan terbuka, mulai dari yang teknis seperti pengembangan aplikasi dan distribusi Linux, hingga hal-hal non-teknis seperti kepemimpinan dan kemampuan membangun komunitas hingga solusi komersial berbasis BlankOn. Selengkapnya dapat dibaca di http://dev.blankonlinux.or.id/wiki/Misi.
Tentang YPLI
YPLI adalah organisasi nirlaba yang bergerak dalam pengembangan software dan sumber daya manusia di bidang Linux, ''Free Software, dan Open Source Software'' (FOSS) di Indonesia. Situs Internet YPLI adalah http://www.ypli.or.id/.
Catatan:
BlankOn dan logo BlankOn adalah merek terdaftar YPLI.
Linux adalah merek dagang terdaftar milik Linus Torvalds.
Merek dagang dan hak cipta lain yang dirujuk catatan ini adalah kepunyaan masing-masing pemiliknya.
http://ayo.semuanya.di.blankon.in/berita/post/68/
|
Selain itu ditambah juga bahasa Banyumas ,
Quote:
Banyumas 'Merdeka' dengan BlankOn

Jakarta - Banyumas memasuki babak baru dalam dunia teknologi informasi. Sebagai pusat kota bekas Karesidenan Banyumas, Purwokerto juga
menjadi barometer kreativitas anak bangsa, tak terkecuali dunia software.
Pemanfaatan komputer di daerah Banyumas telah merambah dunia perdesaan.
Semua kantor desa menggunakan komputer untuk dukungan kerja administrasi
dan layanan publik.
Umumnya, warga menggunakan personal komputer dan komputer jinjing. Namun, sebagian besar komputer masih diperlakukan sebagai pengganti mesin ketik (kantoran) dan penyimpan data.
Agar piranti keras komputer bekerja dengan baik diperlukan sistem operasi (OS) dan program aplikasi. Program aplikasi dibutuhkan untuk melakukan kerja
komputansi, seperti pengolah kata, gambar, suara, video, maupun
menjalankan perhitungan.
Di banyak negara, pembelian software biasanya dilakukan secara
terpisah dengan piranti keras. Namun, sebagian besar pengguna komputer di
Indonesia membelinya secara bersamaan, baik software bersifat legal
maupun ilegal.
Setali tiga uang dengan pengguna komputer di Indonesia, sebagian besar
pengguna komputer di Banyumas menggunakan software ilegal. Pada 2005,
Business Software Alliance (BSA) dan International Data Corporation (IDC)
memasukan Indonesia dalam daftar hitam negara pembajak ranking dua di
dunia.
Presentasi pembajakan di Indonesia sangat mencengangkan, pada 2004
(87%), 2005 (87%), 2006 (85%), 2007 (84%), 2008 (85%), dan 2009 (86%).
Jadi, dari 100 orang pengguna komputer di Indonesianya ada 86 pengguna
menggunakan sofware bajakan.
Modus operandi pembajakan bisa sangat beragam, mulai dari perorangan,
pengecer, maupun toko komputer. Modus pertama, pembajakan dilakukan oleh
pengguna akhir perusahaan (corporate end user piracy).
Modus kedua, pembajakan dilakukan oleh pedagang secara eceran (retail piracy). Modus ketiga, pembajakan dilaukan oleh toko komputer yang mengisi produk komputernya dengan software bajakan (hard disk loading piracy).
Apakah Indonesia tidak ada piranti hukum untuk mengatasi praktik
pembajakan? Jauh sebelum BSA dan IDC merilis laporan di atas, Indonesia
memiliki Undang-Undang No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.
Pada undang-undang itu disebutkan jika seseorang atau perusahaan terbukti
melakukan tindak pembajakan, maka perusahaan yang bersangkutan dan
manajemen senior perusahaan tersebut dapat dihukum maksimal tujuh tahun
dan denda sebesar 5 milyar rupiah.
Tingginya angka pembajakan disumbang oleh tiga sebab utama. Pertama,
ketidaktahuan pengguna. Sebagian besar pengguna komputer akan bereaksi
keras bila dituduh sebagai pencuri.
Sebagian besar pengguna komputer tidak tahu software yang dipakainya ilegal sehingga mereka dianggap melakukan tindak pencurian yang berakibat pidana.
Mereka membayar lembaga jasa atau toko komputer Ro 100-200 ribu untuk
mendapatkan software lengkap, mulai kantoran, multimedia player,
hingga pengolah grafis.
Pada 2007, saat marak terjadi razia software di warung internet, toko komputer, dan pengguna akhir mengaku tidak tahu software yang digunakannya ilegal.
Kedua, kemampuan daya beli masyarakat pada software berbayar
(propietary) sangat rendah. Harga software bisa melebihi harga hardware. Misalnya, harga komputer jinjing sekitar Rp 4 juta. Untuk
mendapatkan sistem operasi propietary butuh Rp 1-2 juta, aplikasi kantoran
butuh Rp 3,5 juta, pemutar musik dan video butuh Rp 300-500 ribu, aplikasi
antivirus Rp 500 ribu, dan pengolah grafis butuh Rp 7-9 juta. Alhasil, jatuhnya pun sangat mahal.
Untuk sekadar mendapatkan paket komputer untuk keperluan kantoran dan
hiburan, warga bisa mengeluarkan dana sekitar Rp 8-10 juta rupiah. Angka itu
sulit dijangkau oleh pengguna komputer umum. Dalam situasi kinerja
penegakan hukum relatif rendah, maka praktik pembajakan seringkali menjadi
pilihan utama.
Ketiga, tidak ada kemauan politik untuk beralih ke software sumber
terbuka (open source software atau OSS). Sebenarnya pada 30 Juni 2004, ada
lima kementerian yang mendeklarasikan gerakan Indonesia Go Open Source
(IGOS), yaitu Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Komunikasi dan
Informasi, Kementerian Kehakiman, Kementerian Pendayagunaan Aparatur
Negera, dan Kementerian Pendidikan Nasional.
Namun, gerakan itu sepertinya terlihat lambat, jalan di tempat, bahkan bisa dikatakan mengalami kemunduran. Tanpa mengecilkan usaha sejumlah kalangan dalam menyukseskan IGOS, gerakan itu sulit dilakukan karena di kalangan pelopornya sendiri melakukan pengkhianatan.
Masih ada proyek teknologi informasi (TI) yang mengabaikan kemungkinan migrasi OSS. Konyolnya, proyek tersebut mengharuskan perusahaan pelaksananya menggunakan software berbayar. Penggunaan OSS tidak diperbolehkan meskipun fungsinya tidak istimewa, seperti database server biasa. Ironisnya, kasus itu terjadi di Kominfo, kementerian yang dikenal paling gencar mempelopori IGOS.
Hal itu menyebabkan publik meragukan itikad atau kemauan politik
(political will) pemerintah untuk memutus ketergantungan pada software berbayar. Untuk urusan konsistensi politik, Indonesia perlu
mencontoh Brazil.
Pemerintah Brazil tidak akan lagi memboroskan jutaan dolar hanya untuk membayar lisensi piranti lunak. Mereka menerapkan OSS untuk semua kantor pemerintah, bahkan setiap tahun ada penghargaan bagi kantor pemerintah yang berprestasi dalam menerapkan OSS.
Akhirnya, penerapan OSS menjadi pilihan strategi tata layanan
pemerintah, membangun pondasi ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Pada 17 Agustus 2012, langkah maju ditunjukkan oleh para pegiat TI dan
masyarakat perdesaan di Banyumas dengan meluncurkan sistem operasi
komputer BlankOn Banyumas.
BlankOn Banyumas dikembangkan dalam platform OSS sehingga dikerjakan secara gotong-royong, mulai dari praktisi IT, mahasiswa, siswa, pemerintah desa, dan warga desa. BlankOn Banyumas mempertimbangkan ragam hardware di Indonesia sangat beragam, dari spesifikasi tinggi hingga rendah (biasa disebut: jangkrik).
Sistem operasi komputer ini juga menggunakan dukungan antarmuka pengguna (user interface) bahasa Banyumas.
Kemunculan BlankOn Banyumas seharusnya menjadi tonggak kebangkitan TI di
Banyumas. BlankOn Banyumas menjadi pelopor lokalisasi teknologi komputer
dengan citarasa lokal melalui bahasa dan grafis pada desain antarmuka
(interface) komputer.
Sistem operasi ini telah diterapkan di 23 desa anggota Gerakan Desa
Membangun (GDM) di Kabupaten Banyumas. Ada dua desa, Desa Melung
(Kedungbanteng) dan Desa Dermaji (Lumbir), yang menyatakan diri sebagai
meja bantuan (helpdesk) bagi desa lain yang akan menggunakan BlankOn
Banyumas.
Situasi itu menyadarkan publik bahwa kemandirian teknologi bukan hal yang
mustahil. Bila desa dengan sumber daya terbatas mampu menerapkan OSS,
seharusnya pemerintah supradesa (kecamatan, dinas, kabupaten) bisa lebih
cepat menyerap inisiatif ini menjadi Banyumas Goes Open Source.
Yossy Suparyo adalah Praktisi TIK Pedesaaan sekaligus Dewan Pakar BlankOn Banyumas.
http://inet.detik.com/read/2012/08/17/104127/1993901/398/banyumas-merdeka-dengan-blankon |
Unduh blankon 8 Rote dari sini
http://www.blankonlinux.or.id/unduh/
----------------------------» |
|
| Naik? |
|
putu-shinoda
StudentsChoholic


 Offline
Join : 08 Mar 2005
Posts : 3380 |
|
| Naik? |
|
steve_jobs
Students 1/2 Baya


   Offline
Join : 19 Nov 2009
Posts : 1322 |
| Judul: re: [RILIS] BLANKON LINUX 8 ROTE |
Posted: 25th Januari 2013, 09:01 |
|
|
om ini yang versi 32 bit nya langsung jalan kan ?
apa butuh install PAE apa itu kaya di linux mint yang sekarang ? hehhe
----------------------------» |
|
| Naik? |
|
putu-shinoda
StudentsChoholic


 Offline
Join : 08 Mar 2005
Posts : 3380 |
|
| Naik? |
|
demon_23
StudentsChoholic


  Offline
Join : 26 Mar 2009
Posts : 4404 |
| Judul: re: [RILIS] BLANKON LINUX 8 ROTE |
Posted: 11th Februari 2013, 23:41 |
|
|
PAE itu apa ya ?
----------------------------» Silahkan mampir ke ftp server pribadi saya
ftp://10.4.51.237/
user: students
pass : demon_23
server counter strike intranet
10.4.51.237:27015
default main : sabtu jam 22.00 WIB |
|
| Naik? |
|
steve_jobs
Students 1/2 Baya


   Offline
Join : 19 Nov 2009
Posts : 1322 |
| Judul: re: [RILIS] BLANKON LINUX 8 ROTE |
Posted: 12th Februari 2013, 07:30 |
|
|
PAE = Physical Addres Extension, biar si os bisa akses RAM lebih dari 4Gb. dan biar mendukung prosesor dengan multi core
Nah di linux mint ini, kernel PAE nya belum dipasang, jadi ya perlu dipasang manual gitu..
hehe, koreksi klo salah ya 
----------------------------» |
|
| Naik? |
|
demon_23
StudentsChoholic


  Offline
Join : 26 Mar 2009
Posts : 4404 |
| Judul: re: [RILIS] BLANKON LINUX 8 ROTE |
Posted: 12th Februari 2013, 08:11 |
|
|
oh,,baru tau saya...
kenapa kok dibikin seperti itu ya ??
----------------------------» Silahkan mampir ke ftp server pribadi saya
ftp://10.4.51.237/
user: students
pass : demon_23
server counter strike intranet
10.4.51.237:27015
default main : sabtu jam 22.00 WIB |
|
| Naik? |
|
steve_jobs
Students 1/2 Baya


   Offline
Join : 19 Nov 2009
Posts : 1322 |
| Judul: re: [RILIS] BLANKON LINUX 8 ROTE |
Posted: 17th Februari 2013, 08:09 |
|
|
demon_23 Tulis: oh,,baru tau saya...
kenapa kok dibikin seperti itu ya ?? |
saya juga belum tau om, mungkin si linux mint yang itu didesain untuk jalan di prosesor intel Pentium om, sebelum adanya seri Core dst, nah jadinya ya kernel PAE nya dipisahkan ?
----------------------------» |
|
| Naik? |
|
|
|
|
Anda tidak dapat kirim topik baru Anda tidak dapat balas ke topik Anda tidak dapat edit kiriman anda Anda tidak dapat hapus kiriman anda Anda tidak dapat memilih poling Anda tidak bisa attach files Anda dapat download files
|
|
|