Sekarang lagi produksi, direncanakan tayang September / Oktober 2010. Pemeran Delisa sudah ditemukan
Nama aslinya TALHA, usia 5 thn. Sekolah TK B, Ini sedikit cuplikan dialog dengan Talha:
Crew : Talha... emang siapa sich yang pingin jadi artis?
Talha : Abah....
semua crew tertawa ,"loch kho abah ( ayahnya)
Talha tersenyum memperlihatkan gigi giginya yg mungil
Ibunya Talha : sebenarnya kami sudah pasrah.. waktu ikut casting karena Talha belum pernah main sinetron, apalagi saingannya banyak sekali lebih dari 600 orang..
Sutradara bertanya pada Talha : Senang gak Talha akhirnya terpilih...
Talha cuma tersenyum menggemaskan..
Sutradara bertanya pada Talhma yang tidak bisa duduk diam: Mana coba kasih lihat lesung pipitnya...
Talha langsung membuat senyumnya terbuka...
Setelah itu dia langsung pergi menuju crew lain yg sedang sibuk bekerja, dia mungkin tidak mengerti sebentar lagi dia akan jadi bintang... Talha yang lugu hanya tahu dia akan pergi ke Aceh....
Foto hasil survey di Aceh
Crew
Event
Casting di Banda Aceh
Start Time:
Wednesday, November 18, 2009 at 10:00am
End Time:
Sunday, December 6, 2009 at 5:00pm
Location:
Mencari Peran untuk : Tiur ( Perempuan 6-7 Thn ), Teuku Umam ( laki-laki 6-7 Thn ) Teuke Dien ( laki-laki 30-40thn) Ibu guru Nur ( Perempuan 25-35 thn) dll.Silahkan ambil formulir castingnya di Radio Flamboyant 105,2 FM . Jl. Fatahilah 4 No. 1. Banda Aceh
Sumber : Group Film Hafalan Shalat Delisa @ Facebook
----------------------------»
"Delisa.... D-e-l-i-s-a cinta Ummi.... Delisa c-i-n-t-a Ummi karena Allah!"
Judul: re: Film Hafalan Shalat Delisa (Coming Soon)
Posted: 26th November 2009, 14:45
Minggu minggu ini Delisa sedang dilatih acting oleh M Toh, dia sekarang sudah mulai bertemu dengan kakaknya Fatimah, Aisyah, Zahra... mereka belajar sholat bareng, membaca cerita bareng.. dll.
Judul: re: Film Hafalan Shalat Delisa (Coming Soon)
Posted: 25th November 2011, 15:09
[updated]
Dah ada pengumuman resmi nih kapan tayangnya
Catatan Sutradara (Sony Gaokasak)
Karya film Starvision telah terbukti meraih sukses dengan film-film yang kaya akan keragaman temanya, kini Starvision membuktikan lagi eksistensinya di dunia perfilman Indonesia dengan film terbarunya yang dilatar belakangi kejadian tsunami di Aceh tahun 2004. Sebuah film menyentuh yang mengusung tema tentang KEHILANGAN yang MENGUATKAN. Film berjudul Hafalan Shalat DELISA ini diangkat dari novel terlaris karya Tere Liye dengan judul yang sama. Novel yang telah menggugah hati jutaan pembaca Tanah Air dan negara-negara lain itulah yang menjadi dasar pemikiran untuk segera memfilmkan novel Hafalan Shalat DELISA.
KISAH BESAR YANG MENGINSPIRASI
Kisah Hafalan Shalat DELISA berangkat dari keutuhan penuh kebahagiaan sebuah keluarga sebagai ilustrasi yang serta merta terenggut oleh peristiwa tsunami Aceh, diwakili oleh sosok anak perempuan 7 tahun, DELISA yang harus berdamai dengan kehilangan demi kehilangan yang harus dihadapinya.
Mengingat tsunami adalah peristiwa dunia yang besar, perlu pertimbangan matang arah dan pembawaan cerita yang novelnya mengharu biru ini, butuh kehati-hatian dalam penulisan skenarionya. Akhirnya diputuskan untuk tidak menonjolkan kekuatan musibah atau bencana tsunami semata, tapi kekuatan besar CINTA pada keluarga, cinta pada sesama dan cinta pada alam semesta yang dilandasi ikhlas karena Allah SWT, sang Pencipta, itulah esensi film Hafalan Shalat DELISA.
DELISA hanyalah seorang anak kecil yang sudah kehilangan ibu, 3 saudara, bahkan satu kakinya, tapi dengan segala keadaannya yang miris tetap bisa tersenyum, sehingga secara tidak disadari telah menjadi sinar yang memberikan kehangatan dan kekuatan pada orang – orang di sekitarnya.
FILM YANG INDAH, MENGHANYUTKAN DAN MENGUATKAN
Hafalan Shalat DELISA sebagai film dengan kekuatan tema yang besar, membutuhkan proses produksi dengan persiapan yang cukup lama, lebih dari 2 tahun, usaha dan perjuangan yang besar menyertai segenap tim, tetapi semua dilalui penuh keikhlasan, karena keyakinan atas pesan besar dan penting yang hendak disampaikan melalui film ini. Dimulai dari pencarian lokasi shooting dan perencanaan desain produksi ideal, dilanjutkan pencarian pemeran tokoh Delisa, Ummi, Abi dan lain-lainnya membutuhkan proses yang panjang hingga sampai produksi dimulai, Allah SWT seperti menghadirkan komposisi pemain yang sesuai dengan keinginan yang selama ini diperjuangkan. Dengan segala kepolosannya Delisa (Chantiq Schagerl) seakan hadir dengan nyata bersama orang-orang yang dicintainya, bersama emosi kita sebagai penontonnya.
Dalam usaha pencapaian mood visualisasi dibutuhkan penciptaan ruang dengan pilihan lokasi yang mampu mewakili tuntutan imajinasi cerita. Komposisi lokasi 80% outdoor dan 20% indoor, serta pengadegan yang ditunjang dengan sudut dan teknis pengambilan gambar yang maksimal mampu menggambarkan 3 (tiga) fase besar yang menjadi latar film ini.
- Fase keindahan, sebelum datangnya tsunami.
- Fase kehancuran yang menghanyutkan, saat datangnya tsunami.
- Fase yang menguatkan, saat Delisa dan orang-orang di sekitarnya kembali mendapatkan kekuatan Cinta.
Sumbangsih tim CGI (Computer Graphic Intermediate) dari Geppeto cukup berhasil menampilkan situasi chaos paska tsunami Aceh 7 tahun lalu.
SEMUA KARENA ALLAH
Akhirnya film Hafalan Shalat DELISA diproduksi dengan kekutan cinta karena Allah SWT. Selama proses produksi film ini berbagai ujian dan hambatan harus dihadapi. Alhamdulillah, semuanya dapat dilewati seiring dengan usaha untuk belajar tentang arti sebuah PERJUANGAN, KESABARAN dan KEIKHLASAN sebagaimana esensi penuh inspirasi dalam film Hafalan Shalat DELISA.
Semoga karya ini juga mampu mengispirasi seluruh masyarakat penonton film ini……AAMIIN.
Untuk mengenang peristiwa tsunami Aceh dengan korban ratusan ribu saudara kita, beredar di bioskop seluruh tanah air mulai 22 Desember 2011.
Judul: re: Film Hafalan Shalat Delisa (Coming Soon)
Posted: 26th November 2011, 19:02
nunggu lokalisasinya?
maksudnya?
---------------------
Catatan Pemain (Nirina Zubir)
Pada saat Chand Parwez menghubungi untuk ikut serta berperan sebagai Ummi Salamah yang telah mempunyai 4 anak dalam film Hafalan Shalat DELISA, sempat bimbang. Dengan bijak Pak Parwez menyampaikan bahwa beliau tetap senang dengan keputusan yang akan aku ambil. Akhirnya setelah berdiskusi dengan suami tercinta, segeralah aku menerima tawaran ini, karena novel Hafalan Shalat DELISA adalah novel inspiratif dan bagus. Setelah membaca skenario yang membuat airmata terus menerus basah, semakin mantaplah keputusan ini, sehingga pecahlah rekor di 2011 aku bermain 3 judul di film produksi Starvision (: Purple Love, Get Married 3 dan Hafalan Shalat DELISA), kesemuanya mempunyai tantangan peran yang berbeda, tapi selalu terbantu oleh skenario yang baik serta desain produksi yang jelas.
Awalnya terpikir bahwa akan shooting ke Aceh, dan sempat jadi pertanyaan apakah nyaman apabila tim produksi menciptakan kembali set paska bencana di Aceh, apakah ini tidak menorehkan kembali kepedihan lama…? Rupanya hal ini telah dipertimbangkan oleh Starvision serta segenap crew Hafalan Shalat DELISA dengan memindahkan lokasi utama desa pesisir Aceh, Lhok Nga ke Ujung Genteng di Sukabumi Selatan dan Aceh diambil secara khusus gambarnya untuk establish eksterior. Tapi, Ya Allah malah lokasi di Ujung Genteng nan indah ini 8 jam perjalanan darat, dan tentunya lebih cepat ke Aceh yang bisa ditempuh dengan naik pesawat. Belum lagi lokasi ini relatif masih perawan, sehingga jauh dari kenyamanan shooting sebagaimana biasanya dengan Starvision. Untungnya, dengan kesabaran sutradara (Sony Gaokasak) serta segenap tim-nya, khususnya dalam menata mood pemain anak-anak yang diantaranya baru pertama kali bermain di film, semuanya bisa dilalui dengan menyenangkan. Apalagi peranan penata artistik yang menyulap area pantai indah jadi porak poranda paska tsunami. Jadi apalagi yang diragukan, film Hafalan Shalat DELISA wajib ditonton oleh ibu, bapak, kakek, nenek, dan anak-anak, mulai beredar di hari Ibu 22 Desember 2011.
-----------
Ternyata lokasinya bukan di Lhok Nga, tapi di Ujung Genteng Sukabumi Selatan
----------------------------»
"Delisa.... D-e-l-i-s-a cinta Ummi.... Delisa c-i-n-t-a Ummi karena Allah!"
Delisa (Chantiq Schagerl) gadis kecil kebanyakan yang periang, tinggal di Lhok Nga desa kecil di pantai Aceh, mempunyai hidup yang indah. Sebagai anak bungsu dari keluarga Abi Usman (Reza Rahadian), Ayahnya bertugas di sebuah kapal tanker perusahaan minyak Internasional. Delisa sangat dekat dengan ibunya yang dia panggil Ummi (Nirina Zubir), serta ketiga kakaknya yaitu Fatimah (Ghina Salsabila), dan si kembar Aisyah (Reska Tania Apriadi) dan Zahra (Riska Tania Apriadi)
26 Desember 2004, Delisa bersama Ummi sedang bersiap menuju ujian praktek shalat ketika tiba-tiba terjadi gempa. Gempa yang cukup membuat ibu dan kakak-kakak Delisa ketakutan. Tiba-tiba tsunami menghantam, menggulung desa kecil mereka, menggulung sekolah mereka, dan menggulung tubuh kecil Delisa serta ratusan ribu lainnya di Aceh serta berbagai pelosok pantai di Asia Tenggara
Delisa berhasil diselamatkan Prajurit Smith, setelah berhari-hari pingsan di cadas bukit. Sayangnya luka parah membuat kaki kanan Delisa harus diamputasi. Penderitaan Delisa menarik iba banyak orang. Prajurit Smith sempat ingin mengadopsi Delisa bila dia sebatang kara, tapi Abi Usman berhasil menemukan Delisa. Delisa bahagia berkumpul lagi dengan ayahnya, walaupun sedih mendengar kabar ketiga kakaknya telah pergi ke surga, dan Ummi belum ketahuan ada di mana
Delisa bangkit, di tengah rasa sedih akibat kehilangan, di tengah rasa putus asa yang mendera Abi Usman dan juga orang-orang Aceh lainnya, Delisa telah menjadi malaikat kecil yang membagikan tawa di setiap kehadirannya. Walaupun terasa berat, Delisa telah mengajarkan bagaimana kesedihan bisa menjadi kekuatan untuk tetap bertahan. Walau air mata rasanya tak ingin berhenti mengalir, tapi Delisa mencoba memahami apa itu ikhlas, mengerjakan sesuatu tanpa mengharap balasan
‘Delisa cinta Ummi karena Allah’
Mulai tayang 22 Desember 2011
----------------------------»
"Delisa.... D-e-l-i-s-a cinta Ummi.... Delisa c-i-n-t-a Ummi karena Allah!"
Judul: re: Film Hafalan Shalat Delisa (Coming Soon)
Posted: 8th Desember 2011, 11:20
wow, mantab
makasih ya
btw, *dinadan barusan lihat gambar yang pertama (yang di-post 2 tahun yang lalu), tulisannya sky house production. yang sekarang starvision. pas baca di group-nya di facebook, memang ada sih kata-kata itu : "Segeralah saya jatuh cinta pada novel ini, ternyata Sony Gaokasak sahabat saya seorang sutradara yang telaten akan mengerjakan film dari novel yang telah dibeli oleh perusahaan lain. Tetapi, segala hal terjadi karena kehendak Yang Maha Kuasa, sehingga akhirnya novel dan segenap tim yang telah sangat mencintai Hafalan Shalat DELISA datang ke Starvision, dan mulailah persiapan dilakukan untuk merealisasikan kisah penuh inspirasi yang wajib untuk jadi tontonan keluarga Indonesia ini."
Lebih dari 2 tahun lalu, pertama kalinya direkomendasi banyak orang termasuk ponakan-ponakan tentang novel Hafalan Shalat DELISA. Kemudian seorang dari mereka memberi novel miliknya, dan membaca novel ini sungguh pengalaman istimewa. Begitu indah dan penuh kehangatan yang menyejukkan di awal ceritera, ilustrasi tentang keluarga Delisa sangatlah ideal. Hingga peristiwa tsunami 26 Desember 2004 terjadi, musibah tersebut seakan menjadi peringatan atas kebesaran Allah SWT, tetapi sebagaimana surat Al-Insyirah yang dibacakan oleh seorang Ibu korban tsunami ketika Delisa baru sadar dari pingsan berhari-hari, menyadarkan kita bahwa ‘sesungguhnya dalam kesukaran ada kemudahan’, bahkan Delisa yang kehilangan sebelah kakinya masih tersenyum bahagia karena sebelah kakinya yang lain bisa digerakkan. Beberapa bagian novel ini, membuat sesak rongga dada, hingga air mata tak lagi terbendung. Apabila ditanya kesulitan terbesar menuntaskan novel yang habis dibaca dalam 1 hari ini, adalah menata haru dan menyembunyikan air mata.
Segeralah saya jatuh cinta pada novel ini, ternyata Sony Gaokasak sahabat saya seorang sutradara yang telaten akan mengerjakan film dari novel yang telah dibeli oleh perusahaan lain. Tetapi, segala hal terjadi karena kehendak Yang Maha Kuasa, sehingga akhirnya novel dan segenap tim yang telah sangat mencintai Hafalan Shalat DELISA datang ke Starvision, dan mulailah persiapan dilakukan untuk merealisasikan kisah penuh inspirasi yang wajib untuk jadi tontonan keluarga Indonesia ini. Memang bukanlah hal baru bagi Starvision untuk mengangkat novel ke layar lebar, sedikitnya sudah ada 3 judul film diproduksi dari novel, tetapi biasanya novel yang diangkat lebih karena dirasakan bagus dan perlu ada sebagai tontonan. Berbeda dengan Hafalan Shalat DELISA disamping bagus dan kuat pesannya, juga novel ini best seller – terlaris dari karya Tere Liye, dan novel ini telah dikenal secara Internasional, mengangkat kisah inspiratif tentang keluarga dalam isu besar tsunami. Insya Allah film ini seistimewa novelnya berkat keseriusan segenap tim produksi dari mulai Armantono – penulis skenario, Sony Gaokasak – sutradara, Bambang Supriadi – penata kamera, Frans FX Paat – penata artistik, Cesa David Luckmansyah dan Ryan Purwoko – editor, Tya Subiakto Satrio – penata musik, Khikmawan ‘Kiki’ Santosa – penata suara, serta tim CGI dari Geppetto, yang semuanya bekerja sepenuh hati serta kecintaan agar karya ini menjadi film istimewa, karena penting untuk disaksikan segenap keluarga sambil mengenang 7 tahun tsunami Aceh. Hafalan Shalat DELISA bicara tentang kebangkitan serta kebersamaan saat musibah, dan ketika berbagai mukjizat terjadi. Siap beredar dengan kebanggaan 22 Desember 2011 di seluruh bioskop di Indonesia. Alhamdulillah, dan terima kasih bagi semua yang telah memungkinkan film ini ada.
----------------------------»
"Delisa.... D-e-l-i-s-a cinta Ummi.... Delisa c-i-n-t-a Ummi karena Allah!"
Anda tidak dapat kirim topik baru Anda tidak dapat balas ke topik Anda tidak dapat edit kiriman anda Anda tidak dapat hapus kiriman anda Anda tidak dapat memilih poling Anda tidak bisa attach files Anda dapat download files